Pada perang dunia ke dua, tiga pesawat Belanda jatuh di
Maka kepala suku setempat berkata,
"Kalo kamu semua masih mau hidup, kalian harus pergi ke hutan dan bawa kembali SEPULUH buah yg jenisnya sama. Tapi kalian hanya mendapatkan waktu tiga jam!" Dengan sangat cepat ketiga pilot itupun akhirnya lari ke hutan untuk mencari buah-buahan.
Setelah dua jam pilot pertama pun akhirnya datang membawa sepuluh buah apel.
Kepala Suku: "Baik kamu telah membawa 10 buah apel. Sekarang masukkan semua apel itu melalui lobang pantat kamu satu persatu. Kalau kamu merintih, atau membuat suara, kamu akan saya potong-potong jadi sate!!"
Dengan perlahan-lahan sang pilot mencoba memasukkan apel pertama tanpa merintih. Dengan penuh perjuangan dan ketahanan akhirnya apel pertama bisa dia masukkan. Namun di apel yg ke dua ia tidak bisa menahan sakit dari unusnya, dan seraya merintih. Dengan kejam sang kepala suku memenggal kepala sang pilot. Maka naiklah ia ke surga.
Pilot kedua datang membawa 10 buah lengkeng. Dan kepala suku memeberikan instruksi yg sama kepada sang pilot. Dalam hati, "Yah kalo lengkeng sih gampang!"
Dan memang betul. Satu lengkeng masuk, dua lengkeng, tiga lengkeng... tapi pada saat ia memasukkan lengkeng yg ke sepuluh sang kepala suku tiba-tiba memotong kepalanya.
Saat pilot 2 naik ke surga ia bertemu dengan pilot 1.
Pilot 2: "Wah kamu mati juga ya?"
Pilot 1: "Iya aku bawa apel sih.
Pilot 2: "Lengkeng."
Pilot 1: "Lengkeng? Itu
Pilot 2: "Emang betul. Semua lengkeng hampir aku masukkan semua ke dalam lobang pantat. Tapi ya itu, tiba-tiba aku tertawa dan semua lengkeng yg aku sudah masukkan keluar semua...."
Pilot 1: "Bego kamu! Kog ketawa?"
Pilot 2: "Habis pas mau masukin lengkeng no.10 aku liat Pilot 3 bawa
Pilot 1: "??????????"
Kamis, 26 Februari 2009
PILOT TERDAMPAR
AWAS MODUS BARU PENIPUAN
Sampaikan ke orang-orang yang anda sayangi supaya lebih waspada dengan modus baru penipuan seperti yang saya alami. Semoga bermanfaat.
Suatu hari saya menemukan amplop coklat tercecer di sudut sebuah Mall di Bandar Lampung.
Dengan niat baik saya buka amplop tersebut untuk mengetahui isinya, siapa tahu berisi surat berharga yang sangat dibutuhkan orang yang kena musibah kehilangan amplop tersebut dan saya bisa mengembalikan ke yang bersangkutan.
Ternyata amplop itu berisi selembar Cek senilai Rp. 4,7 Milyard dari Bank BRI cabang Manokwari Papua, akte pendirian dan surat-surat penting perusahaan!
Sejenak saya tertegun..membayangkan betapa malangnya orang yang kehilangan amplop tersebut.
Saya langsung tergerak berniat untuk mengembalikan amplop tersebut kepada yang berhak. Saya baca dengan seksama isi amplop yang ada dan saya menemukan sebuah nomor handphone pemilik amplop.
Saya langsung hubungi nomor tersebut dan tersambung dengan pemilik cek ybs. Saya informasikan kepada dia bahwa saya telah menemukan amplop berisi cek dan dari nada bicaranya yang sangat antusias dia merasa senang sekali karena ada orang yang akan mengembalikan Cek 4,7 M milik dia yang hilang tercecer.
Dia berpesan supaya saya menjaga amplop tersebut dan besok dia akan mengambilnya. Dia juga akan memberi hadiah uang 120 juta sebagai ungkapan rasa terima kasih dia. Setelah minta nomor rekening, dia minta saya dalam waktu 30 menit untuk mengecek saldo rekening saya tersebut di ATM.
Setelah 30 menit, saya coba mengecek saldo rekening saya di ATM..tetapi saldo ternyata masih tetap. Saya telpon lagi orang tersebut dan memberi tahu bahwa kiriman dia belum masuk. Dia menjawab agar saya bersabar, mungkin 15 menit lagi baru masuk.
Setelah 15 menit saya cek saldo dan kiriman belum masuk juga, saya telpon lagi dia...Kali ini dia yang tanya besarnya saldo di rekening saya, menurut dia, dana yang ditransfer dari bank di luar negeri tidak bisa masuk ke rekening saya karena saldo di rekening saya kecil dan dia menyuruh mengisi 5 juta terlebih dulu ke rekening saya tersebut, dan setelah itu nanti saya disuruh menghubungi dia lagi..sampai disini insting saya mencium ada sesuatu yang tidak beres!!
Kali ini masih via telpon saya jawab dengan keras" pak..yang namanya rekening, selama masih aktif dengan saldo berapapun pasti akan bisa menerima transfer dari mana saja..saya ini orang bank juga!!"
Tiba-tiba saja pembicaraan terputus karena handphone langsung dia matikan!
Rupanya dia juga merasa saya mulai mengetahui belangnya...
(Sebenarnya sejak awal saya sudah merasa itu adalah penipuan karena saya tahu pasti bahwa Cek yang saya temukan berupa hasil scanning, begitu pula dengan dokumen2 perusahaannya..saya penasaran ingin mengetahui arah permainan dia dulu).
Tetapi sebagai bahan untuk pengalaman anda-anda yang mungkin belum familier dengan Cek, tolong agar waspada dengan modus penipuan yang saya alami. Siapa tahu setelah kita ke ATM dan kebetulan saldo kita lumayan besar maka mungkin kita bisa saja dihipnotis oleh penipu seperti itu yang akan menguras saldo rekening kita...untuk itu...WASPADALAH....WASPADALAH !!!!
Semoga ada manfaatnya..
Suatu hari saya menemukan amplop coklat tercecer di sudut sebuah Mall di Bandar Lampung.
Dengan niat baik saya buka amplop tersebut untuk mengetahui isinya, siapa tahu berisi surat berharga yang sangat dibutuhkan orang yang kena musibah kehilangan amplop tersebut dan saya bisa mengembalikan ke yang bersangkutan.
Ternyata amplop itu berisi selembar Cek senilai Rp. 4,7 Milyard dari Bank BRI cabang Manokwari Papua, akte pendirian dan surat-surat penting perusahaan!
Sejenak saya tertegun..membayangkan betapa malangnya orang yang kehilangan amplop tersebut.
Saya langsung tergerak berniat untuk mengembalikan amplop tersebut kepada yang berhak. Saya baca dengan seksama isi amplop yang ada dan saya menemukan sebuah nomor handphone pemilik amplop.
Saya langsung hubungi nomor tersebut dan tersambung dengan pemilik cek ybs. Saya informasikan kepada dia bahwa saya telah menemukan amplop berisi cek dan dari nada bicaranya yang sangat antusias dia merasa senang sekali karena ada orang yang akan mengembalikan Cek 4,7 M milik dia yang hilang tercecer.
Dia berpesan supaya saya menjaga amplop tersebut dan besok dia akan mengambilnya. Dia juga akan memberi hadiah uang 120 juta sebagai ungkapan rasa terima kasih dia. Setelah minta nomor rekening, dia minta saya dalam waktu 30 menit untuk mengecek saldo rekening saya tersebut di ATM.
Setelah 30 menit, saya coba mengecek saldo rekening saya di ATM..tetapi saldo ternyata masih tetap. Saya telpon lagi orang tersebut dan memberi tahu bahwa kiriman dia belum masuk. Dia menjawab agar saya bersabar, mungkin 15 menit lagi baru masuk.
Setelah 15 menit saya cek saldo dan kiriman belum masuk juga, saya telpon lagi dia...Kali ini dia yang tanya besarnya saldo di rekening saya, menurut dia, dana yang ditransfer dari bank di luar negeri tidak bisa masuk ke rekening saya karena saldo di rekening saya kecil dan dia menyuruh mengisi 5 juta terlebih dulu ke rekening saya tersebut, dan setelah itu nanti saya disuruh menghubungi dia lagi..sampai disini insting saya mencium ada sesuatu yang tidak beres!!
Kali ini masih via telpon saya jawab dengan keras" pak..yang namanya rekening, selama masih aktif dengan saldo berapapun pasti akan bisa menerima transfer dari mana saja..saya ini orang bank juga!!"
Tiba-tiba saja pembicaraan terputus karena handphone langsung dia matikan!
Rupanya dia juga merasa saya mulai mengetahui belangnya...
(Sebenarnya sejak awal saya sudah merasa itu adalah penipuan karena saya tahu pasti bahwa Cek yang saya temukan berupa hasil scanning, begitu pula dengan dokumen2 perusahaannya..saya penasaran ingin mengetahui arah permainan dia dulu).
Tetapi sebagai bahan untuk pengalaman anda-anda yang mungkin belum familier dengan Cek, tolong agar waspada dengan modus penipuan yang saya alami. Siapa tahu setelah kita ke ATM dan kebetulan saldo kita lumayan besar maka mungkin kita bisa saja dihipnotis oleh penipu seperti itu yang akan menguras saldo rekening kita...untuk itu...WASPADALAH....WASPADALAH !!!!
Semoga ada manfaatnya..
Rabu, 25 Februari 2009
INDAHNYA KEBERSAMAAN
Langganan:
Postingan (Atom)